Proses Awal Pembangunan Gedung Pondok Pesantren Al-Qodiriyah

Ainur Rofiq selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Qodiriyah berniat mengembangkan dakwah melalui lembaga-lembaga pendidikan di berbagai daerah untuk lillai kalimatillah ala ahlussunnah wal jamaah untuk menebar rahmah bagi seluruh alam. Niat tersebut sudah dimulai berawal pendirian pondok pusat yang diletakkan di kecamatan Kabat Banyuwangi.

Dipilih daerah Srono karena dianggap strategis, disamping terletak di jalan poros provinsi juga berada di kota Banyuwangi namun dengan suasana yang masih asri. Dengan lokasi strategis tersebut diaharpak mempercepat pengembangan berbagai lembaga dakwah mulai lembaga pendidikan formal, ekonomi maupun kesehatan. Dengan berbagai lembaga tersebut pelayanan terhadap ummat diharap semakin maksimal terutama pengkaderan juru dakwah yang akan dikirim ke penjuru nusantara memang dipusatkan di tempat ini.

Alhamdulillah belum genap setahun pondok ini sudah menampung sekitar 500 santri dari berbagai daerah Banyuwangi terutama luar Jawa. Pembangunan gedung awal dipercayakan kepada Bapak Pandik yang memang salah satu kepercayaan pengasuh. Proses pembangunan pondok dilaksanakan pada 12 Maret 2016. Dimulai pada bulan Maret dengan prediksi akan selesai tepat pada saat penerimaan santri baru tahun ajaran 2016/2017. Dan bisa menyambut santri dan siswa baru dengan keadaan fasisilitas yang layak.

Kebetulan pembangunan Pondok Pesantren Al-Qodiriyah terletak di tempat yang sangat strategis, posisinya berada di tengah-tengah kota Banyuwangi, tepatnya di Desa Parijatah Wetan Kec Srono  Kab. Banyuwangi tempat yang akan dibangun memiliki suasana yang hening, meskipun berada di tengah-tengah kota tetapi tidak menghilangkan suasana desa.  Berdasarkan data dari dinas pendidikan walaupun Kabat termasuk daerah yang sangat strategis namun tingkat partisipasi pendidikannya tergolong rendah di kabupaten Banyuwangi.

Guna untuk meningkatkan kualitas masyarakat sekitar serta menyiapkan lembaga pendidikan bagi anak-anak Kabat agar dapat bersekolah di daerahnya sendiri tanpa harus jauh-jauh mencari sekolah yang favorit, karena beberapa unit lembaga Yayasan Pesantren Bina Mandiri Al-Qodiriyah, yang salah satunya adalah SMK Bina Mandiri Al-Qodiriyah, sudah sangat baik dalam menerapkan sistem pembelajaran yang bermutu dan berkualitas, dan tentunya bisa memberi banyak manfaat pada para siswa-siswinya. Jadi mereka tidak perlu takut untuk bersekolah di bawah naungan Sunni Indonesia.

Pembangunan ini didirikan dengan alasan banyaknya anak yang putus sekolah dan juga banyaknya warga NU yang bersekolah di sekolahan yang Aqidah Islamnya tidak jelas. Ini menjadi suatu pekerjaan rumah bagi kita sendiri sebagai warga Nahdliyin. Dengan harapan Warga NU bisa Bersekolah di sekolahan NU, maka Pengasuh mendirikan lembaga Pendidikan yang berbasis Ahlusunnah Waljamaah, yang memang Aqidah ini banyak dianut oleh masyarakat khusunya Banyuwangi sendiri. Jumlah santri baru yang setiap tahunnya mengalami peningkatan sangat drastis, sehingga perlu penambahan fasilitas untuk meningkatkan mutu dan kualitas Pendidikan dan sarana prasarana Pondok.

Tahun ini Pengasuh menargetkan pembangunan 6 unit ruangan kelas baru. Proses pembangunan Pondok Pesantren Al-Qodiriyah mulai dari nol, dibilang sempat berjalan kurang begitu baik, karena kendala beberapa hal, terutama pada saat tahap pengecoran, dalam artian ada sedikit keteledoran dari tim pelaksana yang mengakibatkan runtuhnya COR/beton atap bagian depan.

Beruntungnya tidak ada korban ketika itu, dan selama proses pembangunan selanjutnya pun berjalan baik-baik saja karna dengan adanya kejadian tadi para pekerja bangunan lebih sangat hati-hati lagi dalam pengerjaannya. Agar memperoleh hasil yang memuaskan. Berjalan seiringnya waktu, yang mana saat ini Pondok sudah mulai menambah lagi unit-unit bangunan seperti yang saat ini sudah ditempati oleh para santri, di lantai dua yang terdiri dari tiga ruang kelas yang dijadikan sebagai ruang Edukasi santri, dan pembangunan masih akan dilanjutkan lagi hingga ke lantai tiga yang saat ini sudah mulai melakukan proses pembangunan.

Dari tempat yang sangat sederhana, dan mungkin tidak bisa disebut sebagai gedung, tapi lebih tepatnya disebut rumah yang dijadikan asrama, saat awal kali perintisan pondok, karena tempat yang begitu alakadarnya. Namun saat ini karena Pondok sudah mulai berkembang, dan santri pun mendukung, Alhamdulillah Pengasuh bisa membangun dan melengkapi fasilitas-fasilatas pondok. Dan perlu diketahui bahwa pengasuh tidak hanya melakukan pembangunan di Pondok Pesantren Al-Qodiriyah, tapi juga di beberapa lembaga lainnya, yang masih dibawah naungan Yayasan Pesantren Bina Mandiri Al-Qodiriyah, dan mudah-mudahan pondok bisa terus melakukan perkembangan hingga lembaga-lembaga Pesantren Tersebar di Indonesia.

DOKUMENTASI KEGIATAN:

 

Reported by team: Bagus, Anas, Afandi, Galang, Sutris, Andi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *