Pondok Pesantren Al-Qodiriyah Ajarkan Santri Berkurban

Setelah melaksanakan salat Idul Adha berjamaah, para santri dan staf pengajar mengambil bagian pada tugasnya masing-masing untuk menjalani tradisi berkurban yang bermuasal dari kisah pengurbanan Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail sebagai anaknya.

Panitia kurban pesantren menjelaskan bahwa pada momen berharga ini para santri diajarkan makna berkurban, bagaimana tata cara berkurban, pembagian timbangan dan tujuan dari berkurban.

Sejak pagi, santri putra dan putri Pondok Pesantren Al-Qodiriyah telah menanti tibanya waktu pemotongan hewan qurban. Mengingat, sebagian hewan kurban adalah hasil patungan santri di kelasnya masing-masing. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang sudah mulai menabung sejak awal tahun kemaren. Diantara mereka, ada yang menabung, patungan perkelas, perkamar bahkan per asrama.

Ustaz dan santri melakukan penyembelihan dan memotong-motong daging secara bersama-sama. Santri baru yang belum pernah mengikuti acara semacam ini tahun kemaren terlihat terkesima dengan acara kurban bersama-sama ini. Meskipun, cuaca terlihat cukup terik, namun tidak mengurangi antusiasme santri mengikuti kegiatan tahunan ini hingga akhir.

Setelah acara penyembelihan selesai dilanjut dengan pembagian daging kurban, terlihat sebagian santri sedang memotong-motong daging dan memasukkannya ke dalam kantung plastik yang siap dibagiakan kepada para santri.

Yang tidak kalah menariknya adalah ketika acara pembagian daging kurban para santri yang telah mendapatkan bagiannya berhamburan membentuk kelompoknya masing-masing untuk mengolah menjadi berbagai macam olahan daging kurban.

Sebagian ada yang mengolah menjadi sate, bumbu kecap, atau bahkan olahan gule. Berpeluh keringat, beraromakan asap, para santri nampaknya sangat bersemangat untuk perbaikan gizi dalam setahun sekali ini.

“Alhamdulillah, antusias santri pada qurban tahun ini meningkat signifikan. Dimana asalnya tahun kemaren hanya didapat 2 ekor kambing, untuk tahun ini mencapai 10 kambing.” ujar salah satu panita, Ustadz Bagas Santoso.

Walaupun pembagian daging kurban belum mampu keluar untuk masyarakat. Namun harapan besar panitia, kedepannya jumlah hewan kurban dapat meningkat sehingga lebih banyak lagi yang dapat merasakan kebahagiaan ini.

Momen seperti ini sangat baik bagi santri sebab sebagai bentuk pelajaran berharga. Di antara pelajaran yang dapat dipetik oleh para santri adalah terkait dengan tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam, ada doa dan syarat-syarat yang harus dipenuhi, bukan sembarangan potong dan bagi. Jadi, adanya acara ini mengajarkan secara langsung ilmu pegurbanan terhadap para santri seperti yang ditauladankan Nabi Ibrahim AS.

Walaupu acara ini rutin terlaksana setiap tahunnya, namun antusias para santri tak berkurang. Panitia berharap dengan rutinnya kegiatan ini diselenggarakan agar para santri terbiasa berqurban dan mampu menanamkan rasa keperdulian dari para santri untuk berbagi. [Munir]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *