Pemasangan Pintu Gerbang Pondok Pesantren Al-Qodiriyah

Dua orang tukang besi telah memasang gerbang yang berhari-hari telah rusak. Dia dikenal oleh pelanggannya dengan nama Bapak Mukidi dan Mas Mukijo. Kedua tukang tersebut membuka bengkel pengelasan di depan RTH Kedayunan, tepatnya di jalur By pass. Bapak Mukidi dan Mas Mukijo dikenal teliti dalam pengerjannya sehingga dia banyak pelangannya. Tidak terkecuali pondok Pesantren Al-Qodiriyah sudah lama menjadi salah satu pelanggannya dengan alasan service yang sangat memuaskan. Dia sewaktu-waktu dipanggil untuk mengerjakan perbaikan di pondok selalu cekatan.

Ketika pintu gerbang di pondok mengalami kerusakan beberapa hari yang lalu baru punya kesempatan pengurusnya memanggil tukang besinya pada hari Kamis tanggal 19 Januari 2017. Sebetulnya keinginan memperbaiki gerbang tersebut sudah lama namun ada saja kendalanya. Pernah suatu saat tukang lasnya sudah datang dan siap memperbaiki tiba-tiba ada orang meninggal tepat di depan pondok Pesantren Al-Qodiriyah sehingga terpaksa ditunda.

Sebuah tempat hunian baik tempat tinggal atau perkantoran biasanya membutuhkan pengamanan yang ekstra, tidak terkecuali pondok Pesantren Al-Qodiriyah. Pondok ini tergolong baru walaupun dengan aktifitas yang sangat padat. Pondok ini terletak di tempat yang sangat strategis. Kebetulan pondok ini berada ditengah-tengah kabubaten Banyuwangi. Karena termasuk daerah yang sangat strategis maka pondok ini mudah dikenali oleh masyarkat. Karena mudah dikenali sehingga walaupun tergolong baru belum genap satu tahun namun penghuninya sangat banyak. Karena begitu banyaknya maka dibutuhkan pemasangan pintu gerbang.

Sanyangnya dengan padatnya penghuni tidak didukung dengan lokasi yang sangat dekat dengan jalur kereta api. Apalagi ada penghuni-penghuni tuyul yang sering ucul berkeliaran mengejar nontong kereta api ketika lewat. Karena pengurusnya pusing seribu keliling menghadapi anak-anak santri yang sulit dikendalikan maka butuhlah pengangmanan dengan pemasangan pintu gerban. Sebetulnya gerbang tersebut awalnya baik-baik saja, namun karena para penghuninya kurang merasa memiliki sehingga pentu gerbang yang sebetulnya kuat tersebut jadi mudah rusak.

Besi bukanlah kayu apalagi roti, tentunya tidak menggunakan pisau apalagi cangkul. Karena sifatnya besi keras maka tentunya akan mudah diatasi dengan alat-alat yang mampu untuk melelehkan dan menyambung satu besi dengan besi yang lainnya. Itulah yang dinamakan Alat Pengelasan. Karena pondok memang tidak bergerak di bidang las pengelasan tentunya pondok tidak memiliki alat-alat tersebut. Sehingga pak mukidi dan temannya membawa alat sendiri. Ketika pemasangan nampak kedua orang tersebut bahu membahu dalam pengerjaannya. Yang satu membantu memegang besinya dan pak tukang alainnya mengalas bagian-bagian yang perlu diatasi.

Alhamdulillah karena diraas sangat darutra dan pak tukangnya juga memahami kondisi daruratnya pesantren maka siang itu pak tukang menuntaskan pekerjaan Cuma satu hari, sehingga amanlah kondisi pondok.

Reported by Team creative Pondok Pesantren Al-Qodiriyah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *