Menanamkan Kedisiplinan Santri dalam Shalat Berjama’ah

Peraturan akan menjadi ringan ketika sudah menjadi kebiasaan. Bahkan jika sudah tertanam dalam keseharian akan merasa kurang jika tidak dijalankan. Itulah kebiasaan shalat berjama’ah santri Al-Qodiriyah. Dimulai dari bunyinya tarhim santri sudah berbondong-bondong berbaris membentuk shof di dalam masjid. Kemudian kewajiban menjawab adzan dan pujian bersama. Dilanjutkan shalat dan berdzikir berasama, kemudian dilanjutkan kegiatan lainnya sesuai jadwal kegiatan pondok.

Ketertiban jamaah santri di Pondok Pesantren Al-Qodiriyah tidak terlepas dari prosedur yang ditetapkan oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad yang dilaksanakan oleh para pengurus pondok. Diantara prosedur yang wajib dilakukan adalah; Sebelum jamaah dilaksanakan ada absen setiap kamar yang dilakukan oleh ketua kamar masing-masing. Bila terdapat satu saja santri yang tidak ada dalam absen, maka salah satu petugas akan berpatroli di sudut-sudut pondok untuk mencari santri yang bersembunyi.

Setiap pengurus wajib membawa map berisi absensi dan SOP pelaksanaan kegiatan. Juga setiap santri wajib membawa materi kegiatan seperti dzikir, tahlil, seribu hadits, Al-Qur’an untuk dibaca setelah jamaah shalat.

Disamping itu, selain ada imam jamaah juga ditugaskan satu pengurus bagian kegiatan yang diistilahkan dengan Pembina Kegiatan (PK) duduk di dekat imam menghadap kepada para jamaah dengan membawa laser untuk menunjukk para santri yang melanggar, seperti tidak berseragam, tidak rapi duduknya, tidak mengikuti ritual wirid, tertidur, atau bercanda.

Bagi santri yang dilaser otomatis akan berdiri di tempat beberapa saat sebagai bentuk hukuman di depan santri lainnya. Agar tidak mengulangi dan tidak ditiru oleh santri lainnya.

Itulah kanapa di Pondok Pesantren Al-Qodiriyah jamaahnya sangat tertib dan kondusif, disebabkan para pengurus menjalankan tugasnya dengan ikhlas dan didukung oleh para santri. [Moh Nur Rofiq]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *