Dapur Dan Kantin Merupakan Ruh Utama Kedisiplinan Santri

Judul diatas memang terlihat aneh, bila kedisiplinan santri biasanya tergantung pada keamanan pondok, namun jarang terfikirkan oleh pondok-pondok dan sekolah-sekolah lain bahwa ketertiban, kedisiplinan dan kebersihan sangat ditunjang oleh konsep yang jelas dari pengelolaan dapur dan kantin. Karena Pondok Al – Qodiriyah menyadari ternyata dapur dan kantin merupakan ruh utama kedisiplinan santri maka di pondok ini dapur dan kantin dikelola dengan sangat profesional, berikut penjelasannya;

Pengendali ketertiban

Tidak jarang pelanggaran sering muncul malah dari kantin pondok, ketika pondok dengan ketat melarang santri membawa HP, rokok, senjata tajam, namun kenyataannya pihak kantin menjadi sarang pelanggaran. Oknum petugas kantin sebagai penampung dan penadah pelanggaran disebabkan pihak kantin hanya berfikir mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Agar pihak kantin satu dapat mengambil keuntungan lebih dari kantin lainnya maka dia mau menjadi penadah dari pelanggaran-pelanggannya agar dia menjadi pelanggan setia. Oknum kantin hanya berfikir sesaat tanpa perduli telah mengorbankan mental anak-anak dan menurunkan kepercayaan masyarakat pada pihak pondok demi keuntungan sesaat.

Bahkan parahnya oknum-oknum kantin membiarkan, bahkan menyediakan tempat bagi anak-anak yang merokok sembunyi-sembunyi. Kantin menjadi tempat nongkrong, menjadi tempat membolos dari kegiatan sekolah, dan menjadi penghubung antara interaksi santri putra dan santri putri. Dari pertimbangan inilah maka di pondok Pesantren Al –Qodiriyah benar-benar diataur dengan memisahkan pintu masuk petugas kantin dengan pintu santri yang mau berbelanja. Petugas kantin melayani pembeli hanya melewati cendela yang di buat terbatas sehingga santri tidak memiliki akses untuk masuk ke dalam kantin hal ini diatur agar terjamin keamanan kantin dan kantin tidak menjadi sumber peanggaran ketertiban.

Pengendali kedisiplinan

Begitu juga masalah sering timbul diakibatkan kantin hanya berfikir mencari keuntungan tanpa perduli terhadap kedisiplinan pondok, pihak kantin sering melayani santri di saat jam-jam aktif pembelajaran. Karena pelayanan kantin tidak diatur dan dibatasi sehingga tidak jarang ketika saat jam-jam pembelajaran aktif siswa di dalam kelas sering izin pada guru dengan alasan ke toilet padalah sebetulnya dia bertujuan mau cangkruk ke kantin. Namun alhamdulillah di pondok Al – Qodiriyah hal itu semua tidak terjadi karena kantin hanya melayani dengan waktu yang sangat terbatas semua di luar waktu efektif pembelajaran. Kantin sangat dilarang keras membuka kantinnya dan melayani pembeli di saat jam efektif pembelajaran. Pelayanan hanya dilakukan tiga kali yakni pagi hari sebelum bel masuk sekolah, saat jam istirahat, dan saat pulang sekolah sudah tiba sekitar jam 1 siang. Dengan begitu kedisiplinan kegiatan benar-benar tercipta.

Pengendali kebersihan

Terkait kebersihan juga diatur sedemikian rupa pertama terkait timbulnya banyak sampah diminimalisir dengan diupayakan pihak kantin tidak menjual jajanan sejenis snack yang berbugkus plastik yang dapat menimbulkan banyak sampah. Sebagai solusinya pihak kantin mengolah sendiri jajanan matang sehingga lingkungan pondok bebas sampah berserakan. Disamping itu lokasi makan jajan pun dilokalisir tidak di sembarang tempat, pondok sudah menyediakan khusus tempat sejenis kafe khusus untuk makan snack dan ditempat itu sudah banyak disediakan tempat sampah. Anak-anak dilarang keras makan berkeliaran, di ruang-ruang kelas dan di sembarang tempat.

Cerita Dibalik Dapur

Jika berbicara tentang Pondok Pesantren, tentu tidak akan terlepas dari yang namanya santri. Dalam memenuhi kebutuhan santri berbagai macam upaya sebuah Pondok Pesantren termasuk membangun fasilitas-fasilitas yang ada di dalamnya. Misalnya seperti kelas, perpustakaan, koperasi, kantin, dapur dan yang lainnya. Begitu pula yang ada di Pondok Pesantren Al – Qodiriyah. Terdapat beberapa fasilitas yang disediakan guna memperlancar jalannya proses belajar mengajar santri. Namun dalam kesempatan ini kami hanya akan mengulas tentang sebuah fasilitas yang (menurut penulis) merupakan bagian yang sangat penting di Pesantren kami, yakni dapur dan kantin santri.

Sebuah amanat yang diberikan langsung oleh Guru kami, Pengasuh Pondok Al – Qodiriyah, KH. Ainur Rofiq, SH., S.Pd., untuk membantu perjuangan beliau di jalan Allah harus kami emban dengan baik dan tulus ikhlas. Di dalam sebuah ruangan berukuran 4 x 6 meter, saya Irwan dan 2 orang ustadz (Ust. Widy dan Ust. Haris) bertugas untuk menyediakan kebutuhan makan santri sehari-hari. Ya di dapur, tempat kami beraktifitas sehari-hari dalam melayani kebutuhan santri di Pesantren. Di Pesantren kami, yang terletak di Jln. KH. Abdusshomad, 01 Parijatah Wetan, Srono, Banyuwangi, yang dihuni oleh santri putra dan putri.

Jadwal makan santri 2 kali sehari, yakni pagi hari pada pukul 06.00 WIB. Dan malam hari pukul 19.00 WIB. Untuk menyiasati agar jadwal makan selalu tepat waktu, maka saya dan Ust. Widy memasak nasi pada malam hari atau pagi dini hari pukul 04.00 WIB, kemudian memasak sayuran ketika Ustd. Haris datang membawa bahan-bahan makanan yang biasanya tiba pukul 05:00 WIB. Dan untuk menyiapkan makan malam, kami  mulai memasak pukul 15:30 WIB. Hingga selesai, Ini semua kami lakukan agar tidak terjadi keterlambatan dalam menyiapkan makanan bagi para santri Pondok  Al – Qodiriyah.

Selain melayani kebutuhan makan sehari-hari, kami juga menjalankan tugas sebagai petugas kantin santri. Berlanjut setelah melayani makan pagi para santri, pukul 07.00 kami mulai bersiap untuk menata barang-barang jajanan. Jadwal kantin terbagi menjadi 3 waktu yaitu pada saat jam istirahat sekolah pukul 09:30, setelah kegiatan life skill santri pukul 14:00 dan setelah kegiatan makan malam santri pukul 19:30. Dan yang unik dengan pelayanan yang kami berikan adalah semua kegiatan baik dalam pelayanan dapur ataupun kantin santri dilakukan dalam bangunan satu atap. Ya, dapur dan kantin di Pesantren kami tergabung menjadi satu tempat yang terletak di tengah-tengah antara asrama Pondok putra dan Pondok putri.

Terdapat 2 buah jendela yang masing-masing berukuran 80×100 cm untuk mempermudah proses pendistribusian bahan makanan untuk santri dan sebagai satu-satunya jendela alternatif santri untuk membeli kebutuhannya di kantin. Terletak 1 jendela di dinding sebelah timur untuk santri putra dan sebuah lagi berada di dinding sebelah selatan untuk santri putri. Dan di bawah jendela tersebut terdapat 1 buah kompor gas, 1 buah meja dan 4 buah kursi untuk masing-masing. Ya, kami bertiga melayani kebutuhan makan dan belanja santri baik putra maupun putri.

Selain melayani para santri, kami pun melayani siswa/siswi MTs, SMA/SMK yang berada di lingkungan Pesantren. Dan ada yang unik lagi, ketika waktu istirahat kami terbagi menjadi 3 titik, saya  sendiri di kantin melayani santri putri, Ustd. Haris berjualan di dekat kelas santri putra, sedangkan Ustd. Widy berjualan di dekat kantor sekolah melayani anak-anak sekolah yang tidak mondok. Kami terbagi menjadi 3 titik dikarnakan agar para siswa/siswi, maupun santri tidak berkeliaran jauh dari ruang lingkup sekolah atau Pondok dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kami disini bukan untuk berbisnis saja, tetapi lebih untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan (3K).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *